dirimu kah yang ada di sana ?
benarkah mata ini melihatmu, atau hanya otakku yang sedang tak beres
aku melihat mu tertawa di sana dengan gadis itu
aku juga melihatmu begitu bahagia bersamanya
kamu tau bagaimana reaksi ku ?
seperti ada listrik menghentak dalam dadaku.
aku ingin menangis di sini, tepat di sini.
kau bahkan tidak perduli dengan keberadaan ku.
aku bersumpah aku ingin menangis sambil berteriak.
seandainya kamu tahu, perasaan ku mulai tak berfungsi lagi
aku terlalu bodoh atau memang ini takdir ku aku pun tak mengerti
mengapa hati ini tetap memilih mu
bahkan mata dan telinga ku pun jadi saksi perbuatanmu
aku sang pemilik hati sendiri tak mengerti
ketika otakku berkata "Kau harus lupakan dia"
ketika mataku berucap "Jangan teteskan air berharga mu untuk dia"
dan saat bibir ku bergetar. semua anggota tubuhku memaksa ku untuk campakkan mu
tapi hati ini tetap bertahan padamu.
aku bukan bodoh, hanya saja aku belum mengerti
aku terjebak di perasaan yang tak baik adanya.
tapi aku sendiri tak bisa berbuat banyak
ketika hati berbicara kebencian pun akan berubah menjadi cinta






0 komentar:
Posting Komentar